Bitcoin Core

Bitcoin Core

Bitcoin Core merupakan salah satu pelopor wallet yang dibuat sendiri oleh Bitcoin. Para pengguna Bitcoin perlu tahu apa itu Bitcoin Core dan bagaimana sistem keamanannya.

Dalam bertransaksi menggunakan Bitcoin, para pengguna mata uang kripto yang terkenal ini dihadapkan dengan banyak Virtual Wallet. Di antara sekian banyak ‘Dompet Bitcoin’ tersebut, salah satu yang menjadi pelopor adalah Bitcoin Core.
Bitcoin Core adalah proyek Open Source yang memelihara dan merilis software klien Bitcoin. Software ini merupakan keturunan langsung dari klien Bitcoin asli yang dirilis oleh Satoshi Nakamoto, setelah ia menerbitkan Whitepaper Bitcoin yang terkenal.

Bitcoin Core terdiri dari perangkat lunak Full Node untuk memvalidasi Blockchain sepenuhnya, sekaligus berfungsi sebagai Wallet Bitcoin. Saat ini, proyek Bitcoin Core juga memelihara software terkait seperti perpustakaan kriptografi “libsecp256k1” dan lainnya yang berlokasi di GitHub.

Investopedia menjelaskan bahwa sebagai bagian integral dari jaringan Bitcoin, Bitcoin Core, adalah software yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi blok pada Blockchain berisi transaksi token yang valid.
Bitcoin Core bisa menjadi Wallet yang aman untuk menyimpan, mengirim, dan menerima Bitcoin. Selain itu, kegunaan Bitcoin Core adalah untuk menjaga Blockchain sepenuhnya terdesentralisasi, sehingga Blockchain Bitcoin dapat dibedakan dengan jelas dari versi Fork Out lainnya, seperti: Bitcoin Cash (BCH), Bitcoin Gold (BTG), dan Bitcoin Diamond (BCD).

Bitcoin Core juga memungkinkan pengguna untuk mendapatkan peningkatan keamanan untuk kepemilikan Bitcoin mereka, fitur privasi intrinsik, serta fitur antarmuka pengguna yang lebih baik dibandingkan dengan jaringan lain.


Bitcoin Core Dalam Perkembangannya

Bitcoin Core adalah implementasi dari Bitcoin. Awalnya, software ini diterbitkan oleh Satoshi Nakamoto dengan nama “Bitcoin”, dan kemudian berganti nama menjadi “Bitcoin Core” untuk membedakannya dari jaringan. Karena itu, Bitcoin Core juga dikenal sebagai klien Satoshi. Pada 2018, Bitcoin Core dikelola oleh tim pengembang dengan Wladimir J. van der Laansebagai pemimpinnya.

Wladimir J. van der Laanmengambil alih peran sejak tanggal 8 April 2014, menggantikan Gavin Andresen sebagai ketua pengembang software. Andresen meninggalkan jabatan pengembang utama Bitcoin Core untuk bekerja pada pengembangan strategis teknologi Bitcoin.

Sebelum tersedia di GitHub, kode Bitcoin awalnya disimpan di Sourceforge. Karena tidak ada struktur formal, pengembangan didasarkan pada Bitcoin Improvement Proposal (BIP) atau Proposal Peningkatan Bitcoin, yang mirip dengan fitur Request For Comments. Milis publik digunakan untuk memeriksa reaksi awal terhadap ide tersebut. Jika mendapat dukungan yang cukup, dokumen BIP akan ditulis. Standar untuk berbagi ide dan mendapatkan umpan balik komunitas tentang peningkatan Bitcoin ini diprakarsai oleh Amir Taakipada tahun 2011.

MIT Digital Currency Initiative mendanai beberapa pengembangan Bitcoin Core. Proyek ini juga memelihara perpustakaan kriptografi libsecp256k1. Pencipta asli Bitcoin Core menjelaskan, tujuan mereka dalam mengembangkan perangkat lunak ini adalah untuk membuktikan bahwa validitas konsep peer to peer murni berlaku pada uang eletronik

Sementara mayoritas pengguna di jaringan dapat memakai Bitcoin Core dengan bebas, pengaruh pengembang pada Bitcoin dibatasi oleh pilihan penerapan aplikasi mana yang secara sukarela akan digunakan.

Proses Verifikasi Blok Dan Keamanan Bitcoin Core

Bitcoin Core disertai mesin verifikasi transaksi dan terhubung ke jaringan Bitcoin berbentuk Full Node. Sebagai tambahan, disertakan juga Wallet Bitcoin yang secara defaultdapat digunakan untuk mentransfer dana. Wallet ini memungkinkan pengiriman dan penerimaan Bitcoin, tapi tidak memfasilitasi pembelian atau penjualan. Jadi, pengguna akan mendapatkan kode QR untuk menerima pembayaran.

Perangkat lunak memvalidasi seluruh Blockchain yang mencakup semua transaksi Bitcoin yang pernah ada. Buku induk pendistribusian Bitcoin yang berukuran lebih dari 155 GB harus diunduh atau disinkronkan sebelum klien dapat berpartisipasi secara penuh. Jika pengguna tidak ingin mengunduh buku induk yang berukuran terlalu besar tersebut, tersedia juga pilihan dalam mode hemat. Hal ini bisa dilakukan karena sebuah daemon berbasis command-line dengan antarmuka JSON-RPC, Bitcoind, telah dibundel juga dengan Bitcoin Core.

Bitcoin Core menyertakan bahasa scripting yang terinspirasi oleh Forth, sehingga dapat menentukan transaksi dan menentukan parameter. ScriptPubKey digunakan untuk “mengunci” transaksi berdasarkan serangkaian kondisi di masa mendatang. Sementara itu, ScriptSig digunakan untuk memenuhi ketentuan tersebut atau “membuka” transaksi. Operasi pada data dilakukan oleh berbagai OP_Codes. Dua tumpukan request digunakan (main dan alt), sedangkan proses Looping tidak diizinkan. Dalam versi 0.3.2, Nakamoto memasukkan checkpoint sebagai pengaman.

Guna checkpoint yang telah dikodekan ke klien adalah untuk mencegah penolakan layanan terhadap node yang awalnya menyinkronkan rantai. Karena alasan ini, checkpoint yang dimasukkan hanya berlaku selama beberapa tahun. Pada tahun 2010, Nakamoto menambahkan aturan pembatasan atas ukuran blok sebesar 1 MB. Efeknya, kapasitas jaringan maksimum menjadi sekitar tiga transaksi per detik. Seiring dengan berjalannya waktu, kapasitas jaringan telah ditingkatkan secara bertahap, baik melalui peningkatan ukuran blok maupun peningkatan jaringan Wallet Bitcoin.

Pada awalnya, sistem peringatan jaringan dimasukkan oleh Satoshi Nakamoto sebagai cara untuk menginformasikan pengguna tentang berita penting mengenai Bitcoin. Tetapi, pada bulan November 2016, fitur ini sudah menjadi usang karena berita tentang Bitcoin sekarang bisa didapatkan dengan mudah dimanapun.


Berbagai Keunggulan Bitcoin Core

Sebagai salah satu pelopor Wallet BitcoinBitcoin Core memiliki banyak pro dan kontra dalam pengembangannya. Meskipun banyak komentar dari pengguna forum yang merasa software ini terlalu berbelit dan memberikan batasan-batasan yang berlebihan, tapi Bitcoin Core tetap menganggap hal tersebut sebagai fitur yang mereka unggulkan. Secara keseluruhan, keunggulan-keunggulan Bitcoin Core mencakup:
  • Desentralisasi
Para pengguna atau peserta jaringan di Bitcoin Core berperan menjaga Bitcoin tetap terdesentralisasi. Mereka masing-masing menjalankan Bitcoin Core Full Node mereka sendiri, dan masing-masing Node penuh secara terpisah mengikuti aturan yang sama untuk memutuskan rantai blok mana yang valid.
  • Tanpa Voting
Tidak ada pemungutan suara atau proses korup lain yang terlibat, hanya ada perangkat lunak perorangan yang mengikuti aturan identik “matematis”, untuk mengevaluasi blok-blok identik dan menyimpulkan rantai blok yang valid. Perjanjian bersama ini disebut “konsensus” dan memungkinkan orang-orang untuk menerima Bitcoin yang valid, serta menegakkan aturan Bitcoin bahkan terhadap penambang yang paling kuat.
  • Validasi Penuh
Bitcoin Core memastikan setiap blok dan transaksi yang diterimaa valid. Hal ini tidak hanya meningkatkan keamanan tetapi juga membantu mencegah penambang dan bank mengambil kendali Bitcoin.
  • Privasi Lebih Ketat
Bitcoin Core menyediakan fitur privasi eksklusif yang dapat menyulitkan siapa pun untuk menautkan diri ke transaksi yang dilakukan.
  • Peringatan Keamanan
Bitcoin Core menggunakan lebih banyak sumber data daripada Wallet kripto lainnya. Meski demikian, layanan ini tetap nyaman untuk dijalankan di sebagian besar komputer.
  • Jaringan Pendukung
Bitcoin Core membantu mendukung pengguna lainnya. Ini tidak semudah membantu menjaga Bitcoin terdesentralisasi, tetapi memudahkan pengguna broadband untuk berkontribusi pada pengguna yang koneksinya kurang stabil.
Selain Bitcoin Core, ada pilihan Dompet Bitcoin lain yang tak kalah unggul dari segi keamanan dan kemudahan penggunaannya. Ragam Wallet ini bisa berupa program software maupun hardware.

Monero ( XMR )

Monero ( XMR )
Selama tahun 2017 ini, Kriptografis dijadikan sebagi tempat investasi terbaik, karena menawarkan pertumbuhan nilai investasi yang sangat tinggi. Bitcoin (BTC) sudah membukukan pertumbuhan lebih dari 1,000%, Ethereum (ETH) membukukan pertumbuhan 3,700%, sedangkan MONERO (XMR) sudah mengalami pertumbuhan 2,600% selama tahun 2017.

Monero saat ini menempati urutan ke-11 mata uang kripto terpopuler menurut Market Cap (Total Kapitalisasi Pasar), dari 1320 jenis mata uang kripto yang saat ini beredar.

Harga Monero pada awal tahun 2017 hanya sekitar $8,42, lalu selama tahun 2017 harga tertinggi yang bisa diraih oleh Monero adalah $208. Secara persentase, selama kurun waktu 11 bulan terakhir, Monero sudah membukukan pertumbuhan 2,600% atau 26 kali lipat dari harga awal tahun.



Pengertian Monero

Monero yang memiliki nilai satuan XMR adalah suatu kode Open-Source yang dirancang berdasarkan algoritma kriptografis yang dibuat pada bulan April 2014 oleh pengembang Anonim, yang berfokus pada Privasi, Desentralisasi, serta Skalabilitas, yang dapat diimplementasikan pada sistem operasi Windows, MacOS, Linux, Android dan FreeBSD.


Monero didasarkan pada teknologi Blockchain dimana seluruh transaksi akan dicatat dan divalidasi pada perangkat Miner (Pertambangan) yang tersebar di seluruh dunia. Sehingga, keamanan Ledger Blockchain (Buku Besar Catatan Transaksi Pada Rantai Blok) akan terjaga dari seluruh serangan Cyber.

Tujuan utama penciptaan Monero adalah untuk memperbaiki desain dari kriptografis yang ada, dengan membuat seluruh detail, mulai pengirim, penerima, dan jumlah transaksi menjadi Anonim (tidak terlacak dan tidak terdeteksi), serta membuat proses penambangan legib Egaliter.

Fokus pada privasi tersebut dimaksudkan agar orang-orang yang ingin bertransaksi tanpa diketahui oleh orang lain, maupun pihak ketiga, dengan proses Peer-to-Peer secara otomatis. Proses penambangan yang Egaliter akan membuat monero menjadi layak didistribusikan sebagai usaha pertambangan maupun jalan pendanaan baru terhadap Startup tanpa harus khawatir dengan bahaya peretassan yang seringkali meresahkan pengguna mata uang digital.

Tidak seperti kebanyakan mata uang kripto yang merupakan turunan dari Bitcoin (BTC), Monero mendasarkan kode algoritma penciptaannya –PoW/Proof-of-Work– pada protokol CryptoNote, yaitu algoritma yang berbeda secara signifikan dalam hal Blockchain-Obfuscation.

Dengan meningkatkan level privasi kepada tingkat yang lebih tinggi, menjadikan Monero memiliki karakteristik Fungible. Artinya, setiap unit mata uang dapat digantikan oleh unit lain. Unit-unit tersebut tidak bisa dibedakan secara spesifik dengan unit lain, artinya tidak bisa dilacak darimana dan kepada siapa unit koin tersebut ditransaksikan.

Hal tersebut membuat Monero berbeda dari beberapa mata uang kripto pada umumnya. Alamat yang sebelumnya terkait dengan aktivitas yang tidak diinginkan (misalnya : peretasan, penipuan, dana gelap, dll) dapat dimasukkan ke dalam Blacklist sehingga pemilik dana, wallet, atau koin, tidak dapat melakukan transaksi lagi.

Secara khusus, Signature pada setiap transaksi akan berbaur dengan sekelompok Signature lain yang ada pada jaringan, atau berbaur dengan seluruh transaksi yang dilakukan pada waktu yang hampir bersamaan. Sehingga, secara eksponensial akan lebih sulit untuk melacak hubungan setiap transaksi yang telah dilakukan.

“Stealth Addresses” atau alamat wallet yang tersembunyi juga dihasilkan untuk setiap transaksi yang dibuat, sehingga membuatnya tidak mungkin untuk melacak siapa pengirim dan penerima dalam sebuah transaksi. Ditambahkan juga fitur “Ring Confidential Transactions” yang akan menyembunyikan jumlah koin (dana) yang ditransaksikan.

Monero juga dirancang untuk lebih tahan terhadap masalah penumpukan sirkuit terpadu, yaitu masalah Skalabilitas yang terjadi pada Bitcoin saat ini. Sehingga, penambangan serta validasi blok yang dilakukan akan menjadi lebih mudah dan efisien. Bahkan perangkat kelas konsumen seperti x86, X64, ARM maupun kelas konsumen GPU dapat ikut berpartisipasi dalam aktifitas penambangan.

Sejarah Monero

Protokol CryptoNote yang mendasari penciptaan Monero, dahulu diluncurkan oleh seorang penulis  dengan pseudonim, Nicolas van Sabarhagen, pada bulan Oktober 2013.

Monero pada awalnya diluncurkan oleh pengembang yang tergabung dalam forum komunitas Bitcointalk dan hanya dikenal sebagai “thankful_for_today” dengan nama “BitMonero“. BitMonero merupakan gabungan dari Bit (seperti Bitcoin) dan Monero (dalam bahasa Esperanto berarti “Koin”), jadi arti dari BitMonero sebenarnya juga sama saja dengan BitCoin. Lalu beberapa hari kemudian, para pengembang merubah nama tersebut dan disingkat menjadi Monero.

Monero juga pernah mengalami suatu insiden kejahatan Cyber, tepatnya pada bulan September 2014. Ada pihak Anonim yang mengeksploitasi kelemahan di dalam algoritma CryptoNote yang memungkinkan pembuatan dua subkategori (signature), sehingga keabsahan transaksi tidak dikenali lagi. CryptoNote kemudian merilis sebuah Patch untuk celah tersebut beberapa waktu kemudian.

Awal adopsi besar-besaran dialami oleh Monero pada tahun 2016, ketika kapitalisasi pasar serta volume transaksi naik secara drastis dengan adopsi dari Pasar Darknet “AlphaBay”. Namun sayangnya AlphaBay ditutup dan pemiliknya dipenjarakan oleh penegak hukum pada bulan Juli 2017.

Pada tanggal 10 Januari 2017, privasi transaksi Monero semakin diperkuat dengan penerapan algoritma “Bitcoin Core Gregory Maxwell“, “Confidential Transactions” serta “Ring References” yang lebih ketat dan lebih baik.


Demikianlah sejarah Monero yang kini menempati urutan ke-11 mata uang kripto terpopuler di dunia, hanya setingkat di bawah Ethereum Classic.

Fitur Monero Yang Tidak Dimiliki Kriptografis Lain

Dari berbagai karakteristik penciptaan serta alur transaksinya, Monero memang hampir sama dengan mata uang kripto pada umumnya. Namun, ada beberapa fitur unik Monero yang tidak dimiliki oleh Kriptografis lain, sehingga membuat mata uang ini memiliki sifat yang hampir sama dengan mata uang tunai Fiat.
  • Privasi RingCT
Fitur ini merupakan fitur Privasi seperti hanya di dunia nyata. Sebagai contoh, kita tidak akan mengetahui jumlah isi uang di dalam dompet seseorang, kecuali pemilik dompet tersebut mau menujukkan berapa jumlah uang yang disimpan pada dompet tersebut. Kita juga tidak akan pernah tahu uang yang disimpan dalam dompet berasal dari siapa, atau untuk transaksi apa. Fitur inilah yang membuat Monero memiliki privasi tinggi, sama dengan fungsi di dunia nyata.
  • Fungibility RingCT
Fungsi ini dapat membuat semua koin akan selalu memiliki nilai yang sama. Sebagai contoh, jika kita mengambil uang tunai di ATM maupun di Teller Bank, kita hanya dapat mengetahui pihak terakhir yang memberikan uang tersebut dan tidak akan pernah tahu darimana uang tersebut berasal. Fungsi ini akan menjamin nilai setiap lembar uang dengan nominal sama, akan tetap memililiki nilai yang sama atau Fungible. Jika sumber uang tersebut diketahui dari tindak kejahatan, mungkin saja penerima uang tidak akan mau menerima uang tersebut, disinilah peran penting dari Fitur Fungibility yang dimiliki oleh Monero.

Tokenomy ( TEN )

Tokenomy ( TEN )
Mengenal Tokenomy atau TEN
Saat ini, bisnis mata uang kripto semakin menjadi, bukan hanya diluar negeri saja, namun demam kripto juga terjadi di Indonesia dengan semakin banyaknya  investor Ritel maupun Institusional dari Indonesia yang mulai terjun kedalam bisnis mata uang kripto.
Jika diluar negeri, sudah banyak sekali pemanfaatan mata uang kripto sebagai sarana untuk bisnis. Salah satunya adalah Crowdfunding atau biasa dikenal dengan sebutan ICO (Initial Coin Offering / Penawaran Koin Perdana), atau secara sederhananya adalah pengumpulan dana oleh perusahaan Startup (Baru) untuk mendapatkan dukungan untuk proyek mereka, dengan menggelar ICO, sehingga pembeli token akan mendapatkan andil saham dari perusahaan tersebut jika proyek berhasil dilakukan. Namun, jika proyek tidak berhasil, atau dana yang terkumpul mengalami kekurangan, keseluruhan dana Investasi pembelian token akan dikembalikan sepenuhnya kepada pihak investor.
Lalu, yang menarik untuk dibahas disini adalah Tokenomy atau ICO pertama di Indonesia yang dilakukan oleh perusahaan Startup Tokenomy (Token Economy), bekerjasama dengan INDODAX.COM, sebagai pihak ketiga (Escrow / Tempat penyimpanan dana investasi).
Apa Itu Tokenomy atau TEN ?


Pasti banyak yang belum paham dan mengeti Apa Itu Tokenomy atau TEN, karena memang ICO yang dilakukan oleh perusahaan Tokenomy baru akan dilakukan mulai tanggal 08 Januari 2018. ICO Tokenomy bisa dianggap sangat bagus dalam prospek kedepannya, apalagi perusahaan yang digandeng adalah INDODAX.COM yang sudah memiliki reputasi bagus sejak tahun 2013, sebagai penyedia Kripto, Exchanger, Wallet dan Bursa, dan juga sudah melayani hingga lebih dari 870 ribu pelanggan. INDODAX.COMjuga sekaligus menjadi exchanger terbesar di Asia Tenggara, sehingga pelaku ICO Tokenomy yang dijaring nantinya bukan hanya berasal dari Indonesia saja, namun juga berasal dari berbagai negara lainnya, terutama di benua Asia.


Tokenomy atau Token Economy yang memiliki satuan nilai TEN adalah sebuah platform berbasis ERC 2.0 (Ethereum / ETH) yang digunakan untuk men-tokenisasi suatu produk apapun, baik untuk keperluan donasi, loyalty, maupun Crowdfunding (Penggalangan dana bagi perusahaan baru). Perusahaan ini memiliki tujuan untuk membuat  suatu konsep penyelesaian finansial bagi seluruh ide dari siapa saja yang ingin mendapatkan akses ke jaringan Alternative Funding serta inovasi global, tanpa harus mengerti dahulu basik pemrograman kriptografis. Sehingga bisa dibilang Tokenomy menjadi jalan pintas bagi pelaku bisnis untuk membuat token kripto yang ingin mereka pasarkan, atau bahkan pemasaran juga dapat ditangani langsung oleh Tokenomy yang sudah memiliki lebih dari 550 ribu member.

Proses Tokenisasi
Ada beberapa proses yang diterapkan oleh perusahaan Startup jika ingin men-tokenisasi produk / jasa mereka.
·    Dalam hal ini seperti sebuah pengajuan Whitepaper dimana keseluruhan seluk beluk proyek, dana yang dibutuhkan, dan seluruh kesepakatan antara perusahaan dan investor dijelaskan. Jika proposal diterima dengna baik, maka Tokenization dapat dilakukan.
·  Tokenisasi dilakukan jika proposal proyek dan syarat-syarat lainnya dapat terpenuhi dengan baik. Proses tokenisasi dilakukan oleh pihak Tokenomy tanpa anda harus memikirkan sendiri bagaimana membuat token kripto dengan platform blockchain.
·     Pre-Sale and Market Exchange. Proses Pre-Sale (Penjualan Token) bisa anda lakukan sendiri, atau dengan bantuan dari tokenomy, apalagi member tokenomy saat ini sudah berjumlah lebih dari 550 ribu.

Seperti yang tertera di situs Tokenomy bahwa TEN dibuat menggunak basis ERC – 20 Token yang diimplementasikan pada Blockchain Ethereum.
Dari bagan diatas, kita bisa lihat bahwa Token TEN yang dapat disediakan (diciptakan) oleh Tokjenomy hanya sekitar 200 juta TEN, dengan pembagian 110 juta untuk umum, dan 90 juta untuk perusahaan Tokenomy sendiri. Kemudian pembagian untuk Token Company  adalah 11 Juta TEN untuk komisi affiliasi, sedangkan 79 Juta TEN masih akan ditahan sekitar 6 bulan.


Jadi, jika anda atau organisasi anda ingin men-tokenisasi (mendigitalisasi) produk atau melakukan Crowdfunding untuk proyek / perusahaan, TEN merupakan salah satu solusi terbaik, dimana tenaga ahli dalam pembuatan token sudah disediakan dan pemilik proyek hanya harus berfokus pada pengembangan produknya saja.

Hard Fork Bitcoin

Hard Fork Bitcoin
Hard Fork Bitcoin merupakan update (perubahan) yang cukup besar yang harus dilakukan terhadap sistem Bitcoin.

Bagaimana dampaknya ?

Apakah Bitcoin akan jatuh atau naik ?

Semua pemegang Wallet Bitcoin saat ini pasti sudah mendengar rumor tentang kemungkinan Hard Fork terjadi. Hard Fork (update besar-besaran) ini mungkin terjadi akibat rentetan perdebatan skalabilitas bitcoin yang semakin memanas sejak beberapa waktu lalu.


Inti dari perdebatan tersebut adalah penambahan limit block pada Core Bitcoin (Bitcoin Classic), agar skala blok yang lebih besar bisa digunakan. Selain perdebatan tersebut, masalah pada penambangan Bitcoin Classic (BTC) juga terjadi baru-baru ini. Ada pemain “jahat” yang merubah algoritma penambangan menjadi Equihash, sehingga para penambang dengan Mining Rig SHA256 sangat kesulitan untuk bersaing dan menemukan blok baru. 

Apa Itu Hard Fork ?

Sederhananya, Hard Fork merupakan update (perubahan) yang cukup besar yang harus dilakukan terhadap suatu sistem, khususnya pada mata uang kripto. Hard Fork Bitcoin berarti perubahan sistem ini dalam ruang lingkup sistem Core Bitcoin (Bitcoin Classic). Biasanya, Hard Fork hanya dilakukan jika node di dalam jaringan Core Bitcoin tidak bisa memvalidasi blok baru yang valid, karena ada perbedaan antara node yang telah menggunakan konsensus protokol Core Bitcoin yang baru, dengan node yang lama.

Kasus di atas sebelumnya pernah terjadi saat pertengahan tahun 2017, di mana ada perbedaan validasi antara Bitcoin Core dengan Bitcoin Cash. Bitcoin Core masih mengakui blok baru yang berukuran 1 Mb sebagai blok yang valid.

Perbedaan konsensus tersebut terjadi permanen, padahal pada setiap blok-blok baru pada bitcoin yang harus di validasi oleh penambang terdapat ratusan hingga ribuan transaksi. Hal ini menjadi sangat berbahaya, dan satu-satunya jalan yang harus ditempuh adalah dengan Hard Fork.

Hard Fork Bitcoin Cash

Hard Fork Bitcoin Cash sudah dilakukan pada tanggal 1 Agustus lalu, di mana pemisahan Chain dilakukan dan limit 1 MB sudah dihilangkan. Namun, rancangan kode yang lain masih sama dengan Bitcoin Classic. Hard Fork dapat dilakukan jika para pengembang mata uang kripto dan para penambang mengaktifkan prosedur UAHF (User Activated Hard Fork), sehingga menciptakan jenis Bitcoin baru, yaitu Bitcoin Cash.

Setelah Bitcoin Cash di rilis, ternyata seluruh pasar mata uang kripto, khususnya Bitcoin Classic mengalami kenaikan pesat selama bulan Agustus. 


Dari gambar di atas, kita bisa melihat dari awal bulan Agustus 2017, Bitcoin Classic (BTC) diperdagangkan pada level sekitar $ 2,615. Setelah Hard Fork Bitcoin Cash dilakukan, harga meroket tanpa perlawanan yang berarti, menuju angka tertingginya yaitu $ 4,765.21, atau sekitar 82% kenaikan dalam 1 bulan saja.

Hal ini menandakan bahwa Hard Fork yang terjadi pada Bitcoin Cash memiliki efek yang bagus untuk Bitcoin Classic (BTC). Sehingga, permintaan untuk Bitcoin Classic (BTC) menjadi semakin banyak dan membuat harga naik dengan pesat.

Hard Fork Bitcoin Selanjutnya: Bitcoin Gold (BTG)

Hard Fork Bitcoin Gold akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2017 sampai dengan rilis resmi tanggal 1 November 2017, sebagaimana dilansir oleh Bitcoin.com. Hard Fork ini hampir sama dengan Bitcoin Cash, yaitu pengembang dan penambang sepakat akan menciptakan ketentuan blok baru yang mulai digunakan (blok 491,407).

Bitcoin Classic (BTC) tidak akan terpengaruh dalam Hard Fork ini, namun cabang baru Blockchain akan terlepas dari rantai blok aslinya. Pemisahan blok ini akan menciptakan Altcoin baru yang diberi nama Bitcoin Gold.

Jadi secara sederhana, efek dari Split tersebut adalah Bitcoin Classic (BTC) akan tetap berjalan pada Blockchain (rantai blok) yang sama seperti sebelumnya, sedangkan Bitcoin Gold (BTG) akan mempunyai jalur Blockchain yang baru.

Tujuan Hard Fork Bitcoin Gold (BTG)

Tujuan Hard Fork Bitcoin Gold adalah membuat pertambangan Bitcoin terdesentralisasi yang baru. Hal ini menanggapi masalah terkait distribusi peralatan pertambangan (Mining Rig) yang telah didominasi oleh sejumlah kecil entitas berskala besar (Perusahaan Mining, dan lain-lain). Beberapa diantaranya terlibat dalam praktik kasar, yaitu mengubah algoritma proof-of-work Bitcoin dari SHA256 ke Equihash. Praktik tersebut membuat masalah besar karena semua peralatan pertambangan SHA256 akan menjadi usang dan tidak dapat bersaing lagi dalam penambangan Bitcoin Classic (BTC).

Bitcoin Gold akan memberikan kesempatan kepada pemain lama SHA256 ataupun penambang yang baru di seluruh dunia, untuk tetap bisa berpartisipasi dalam proses penambangan dengan perangkat keras standard yang didistribusikan oleh perusahaan mainstream terkemuka.

Infrastruktur Bitcoin Gold akan memberikan penambangan yang demokratik dan lebih terdesentralisasi serta lebih tahan dari gangguan yang terjadi pada Bitcoin Classic (BTC). Jadi penambangan Bitcoin bisa dilakukan kembali dengan persaingan yang tidak terlalu ketat, artinya penambangan solo kemungkinan besar akan bisa dilakukan kembali, meski dengan reward yang lebih kecil.

Efek Hard Fork Bitcoin Gold (BTG) Pada Perdagangan Bitcoin Classic (BTC)

Jika kita melihat pergerakan harga Bitcoin Classic (BTC) pada saat Hard Fork Bitcoin Cash (BCC) dilakukan pada tanggal 1 Agustus, kemungkinan besar efek kenaikan yang sama akan terjadi.

Bitcoin Classic (BTC) naik sekitar 82% selama bulan Agustus setelah Hard Fork Bitcoin Cash (BCC) berhasil dilakukan. Dari histori tersebut kemungkinan besar Hard Fork Bitcoin Gold (BTG) juga akan memberikan dampak positif pada Bitcoin Classic (BTC), karena tujuan utama Hard Fork Bitcoin Gold (BTG) adalah untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para penambang Bitcoin. 


Secara teknikal, kemungkinan harga Bitcoin Classic (BTC) naik juga sangat besar, dimana saat itu sedang terjadi slight dips (koreksi tipis) pada waktu itu setelah Bitcoin Classic (BTC) mencapai level tertinggi baru sepanjang masa pada harga di atas $ 6,000. Koreksi tipis tersebut biasanya digunakan untuk mempertahankan pergerakan yang berjalan dan merupakan kesempatan untuk mendapatkan profit secara cepat.

Jadi, kemungkinan besar akan terjadi pembelian (permintaan) besar-besaran pada Bitcoin Classic (BTC) setelah dilakukan Hard Fork Bitcoin Gold (BTG) yang akan membuat harga meroket kembali, bahkan menembus titik tertinggi saat ini yaitu pada level $ 6,194.

Hal negatif yang mungkin terjadi dan dapat membuat harga Bitcoin Classic (BTC) turun adalah terjadinya masalah atau kegagalan dalam Hard Fork Bitcoin Gold (BTG) tersebut.

Efek Hard Fork Bitcoin Gold (BTG) Bukanlah Bermakna Penggandaan Dana Bitcoin

Jika melihat poin sebelumnya, otomatis efek dari Hard Fork Split tersebut akan diterapkan pada seluruh pengguna Bitcoin di dunia ini. Namun, Efek Hard Fork tersebut bukan berarti penggandaan dana (jumlah) Bitcoin kita.

Jadi, jika kita mempunyai 1 BTC sebelum Hard Fork terjadi, maka setelah split terjadi kita memang terlihat memiliki dua wallet dengan masing-masing isi 3 BTC dan BTG (Bitcoin Gold). Namun, kondisi awal antara keduanya setelah update tidak bisa digunakan. Artinya, meskipun tampilan di dalam wallet kita tertera 3 BTC + 3 BTG, tidak berarti kita mempunyai 6 keping koin. Kondisi awal akan tetap tercatat setelah Hard Fork terjadi.

Kekhawatiran Pengguna Bitcoin

Sejak kabar tentang Hard Fork Bitcoin meluas, banyak pihak (pengguna Bitcoin) yang khawatir akan kehilangan kepemilikan Bitcoinnya. Namun, dalam hal ini Bitcoin Core (Bicoin Classic/BTC) tidak akan terkena masalah, karena Bitcoin Core akan tetap seperti biasanya, yaitu mengacu pada rantai blok terpanjang yang dianggap paling valid. Sedangkan Bitcoin Gold (BTG) akan berjalan pada rantai blok yang baru.

Kemungkinan kecil masalah yang terjadi adalah ketika Hard Fork Split untuk Bitcoin Gold dilaksanakan bersamaan dengan Hard Fork untuk mengaktifkan fitur SegWit serta penerapan SideChain pada Core Bitcoin Classic.

Kontroversi Bitcoin

Kontroversi Bitcoin

Mulai dari keberadaannya yang tidak diakui negara hingga menyandang stigma negatif sebagai alat pembayaran pasar gelap, inilah daftar kontroversi Bitcoin terheboh.

Bitcoin adalah teknologi kripto yang pertama dari jenisnya, dengan transaksi peer-to-peer dan terdesentralisasi. Diproyeksikan dan dirancang sebagai alternatif untuk mendapatkan sistem transaksi yang aman, anonim, dan di luar kendali otoritas maupun pihak ketiga lainnya. Teknologi Bitcoin memang tidak terlalu sukses di tahun-tahun awalnya.
Namun seperti yang kita lihat sekarang, Bitcoin telah mengalami kenaikan harga yang kontroversial hingga titik $20,000. Melalui kinerja konsisten, mata uang kripto ini berhasil menunjukkan keunggulannya atas mata uang fiat. Bitcoin sekarang diadopsi secara luas oleh masyarakat dan lembaga keuangan. Berikut ini beberapa kontroversi Bitcoin dan bagaimana cara “raja” dari mata uang kripto ini mengatasinya.

6 Kontroversi Bitcoin Yang Perlu Anda Tahu :

1. Kontroversi Pengguna Bitcoin di Jaringan Gelap dan Ilegal
Saat penciptaannya sebagai mata uang kripto anonim, Bitcoin mendapatkan tanggapan buruk dari berbagai komunitas. Mereka menganggap bahwa Bitcoin hanya bisa digunakan untuk berbagai transaksi gelap dan ilegal seperti pembelian narkoba, pendanaan teroris, pencucian uang, dan berita kontroversial semacamnya. Apalagi, pada awalnya Bitcoin terbukti menjadi mode pembayaran yang disukai di situs dark web dan pasar online yang berurusan dengan obat-obatan terlarang. Hal itu tak lain disebabkan oleh sisi anonimitas Bitcoin yang bisa menguntungkan para pelaku kejahatan.
Hingga tahun 2013, Bitcoin lebih banyak digunakan oleh pengedar narkoba dan pelaku-pelaku aktivitas ilegal lainnya. Baru setelah adanya sebuah studi yang dilakukan akhir tahun 2013, Bitcoin perlahan menghapus stigma bahwa dia hanya digunakan oleh pedagang obat-obatan terlarang. Sejak saat itu hingga sekarang, penggunaan Bitcoin oleh masyarakat umum semakin meningkat.
2. Kontroversi Peretasan dan Kebangkrutan Mt. Gox
Mt. Gox adalah bursa Bitcoin terkemuka, sebelum akhirnya terpaksa ditutup pada awal 2014 menyusul serangkaian peretasan dan hilangnya Bitcoin dari jaringannya. Kasus yang menjadi kontroversi Bitcoin ini bermula sejak Juni 2011, saat peretas diduga memanipulasi harga Bitcoin. Akibatnya, harga Bitcoin anjlok hingga dijual hanya senilai 1 sen.
Pada tahun 2013, Mt. Gox sempat Offline meskipun mendapat traffic lumayan tinggi dari liputan media yang positif. Di akhir tahun 2013, Trade Hill, bursa paling populer kedua setelah Mt. Gox, juga menutup operasinya secara tiba-tiba dan membuat minat investor menurun. Kemudian, lonceng kematian untuk Bitcoin berbunyi ketika pada bulan Februari 2014, Mt. Gox diretas dan 850 ribu Bitcoin dicuri. Meskipun Mt. Gox berhasil menyelamatkan 200 ribu Bitcoin, kepercayaan investor makin merosot ketika bursa pasar mata uang kripto ini menyatakan bahwa dirinya bangkrut dan memulai proses likuidasi.
Banyak yang meramalkan Bitcoin sudah tamat saat itu. Namun tiga setengah tahun kemudian, tiba-tiba Bitcoin menjadi sangat populer dan mainstream. Pada Juni 2017, orang-orang mulai tahu bahwa Bitcoin adalah mata uang alternatif yang kuat, dan peretasan yang dialami bursa pasar kripto Mt. Gox tidak ada hubungannya dengan kelemahan keamanan dalam jaringan Bitcoin itu sendiri.
3. Kontroversi Terhadap Desentralisasi Bitcoin
Pada dasarnya, pemerintah di seluruh dunia memanipulasi ekonomi di negaranya dengan kebijakan moneter dan fiskal mereka. Bank sentral memutuskan berapa banyak uang untuk dicetak dan berapa banyak yang harus dikeluarkan. Nilai uang tergantung pada keadaan ekonomi dan jumlah yang beredar. Dengan demikian, lembaga eksternal menentukan nilai uang, sehingga adanya kesalahan perhitungan dapat menyebabkan kekacauan besar yang berujung pada resesi.
Bitcoin adalah jawaban untuk sentralisasi, karena dapat menghilangkan ketergantungan penerbitan dan perputaran uang dari otoritas terpusat. Hal ini tidak disukai oleh pemerintah, karena mereka bisa kehilangan kendali atas mata uang jika orang mengadopsi Bitcoin. Meskipun Bitcoin belum dipandang sebagai ancaman signifikan terhadap uang fiat, tetapi pemerintah tetap mewaspadai adopsi Bitcoin yang semakin meningkat pesat. Beberapa negara pun akhirnya mencoba untuk menekan penggunaan mata uang kripto ini.
Baru-baru ini, China telah melarang semua bursa pasar Bitcoin dan kegiatan transaksi dengan mata uang kripto. Hal ini menyebabkan beberapa bursa pasar mata uang kripto, termasuk Binance, terpaksa pindah lokasi kantor pusat ke negara lain. Tetapi, berkat sifat Bitcoin sebagai mata uang anonim dan peer to peer, tidak ada ikut campur otoritas pada setiap transaksi dengan Bitcoin. Enkripsi dari Bitcoin secara efektif menggagalkan upaya pengawasan pemerintah. Uniknya, beberapa negara lain seperti Rusia justru merilis kripto tertutup mereka sendiri, meskipun masih terpusat dan tidak anonim.
4.      Kontroversi Status Hukum Bitcoin
“Apakah Bitcoin merupakan komoditas atau mata uang virtual ?”

“Haruskah Bitcoin dikenai pajak sebagai komoditas atau diperlakukan sebagai alat pembayaran digital ?”
Sementara beberapa negara seperti Rusia, Inggris, dan Uni Eropa mengakui Bitcoin sebagai mata uang virtual yang tidak dikenai pajak, Amerika Serikat dan Israel memperlakukan Bitcoin sebagai komoditas kena pajak.

Sementara itu, India dan China masih belum mengakui Bitcoin sebagai mata uang ataupun komoditas, dan status hukumnya tidak jelas di negara-negara tersebut.
Meskipun sebelumnya pemerintah India dan China telah menyatakan bahwa warga bebas berurusan dengan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya, baru-baru ini keduanya telah mengeluarkan penyataan larangan secara resmi, dan memboikot seluruh bursa pasar yang ada. Di sisi lain, Jepang telah meloloskan RUU yang mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran sah, dan menggantikan peran China sebagai negara yang paling ramah terhadap mata uang kripto.
Selain status hukum yang belum jelas, ada keraguan yang berkenaan dengan pemanfaatan Bitcoin oleh para pengemplang pajak. Untuk mengatasi hal ini, pengungkapan kepemilikan Bitcoin dapat diwajibkan, sehingga identitas penghindar pajak dapat terungkap.
5.      Kontroversi Fork Dan Blockchain Baru
Sebuah Hard Fork adalah percabangan dari Bitcoin menjadi dua kripto yang berbeda. Pada dasarnya, cabang Blockchain terbagi menjadi dua. Ada kemungkinan kemunculan fork ini karena source code Bitcoin telah diotak-atik untuk peningkatan, tapi ada juga yang menganggapnya terjadi secara tidak sengaja.
Pada 2013, ada sebuah Hard Fork muncul karena perbedaan dua versi software penambangan Bitcoin. Setelah pengguna dihimbau untuk menurunkan (downgrade) versi software yang dipakai, masalah ini terselesaikan. Pada bulan Agustus 2017, Bitcoin Cash, sebuah versi yang memungkinkan transaksi lebih cepat dari Bitcoin, dikeluarkan dari Bitcoin Classic. Tetapi nilai Bitcoin tetap tidak terpengaruh bahkan setelah Fork dilakukan.
6. Kontroversi Skalabilitas dan Pembengkakan Biaya Transaksi
Pada akhir tahun 2017, Bitcoin mampu mencapai harga $20,000 per BTC, naik lebih dari 1,000% dari harga sebelumnya di awal tahun. Volume puncak yang terjadi selama akhir tahun tersebut menyebabkan overload dalam jaringan. Masalah kemampuan sistem dalam menangani jumlah data alias skalabilitas ini terjadi karena antrian transaksi menjadi terlalu besar.
Pada saat itu, biaya per transaksi membengkak hingga $30 – $35, menanjak drastis dari biaya awal tahun yang hanya $0.05 – $0.5 per transaksi. Namun semua masalah itu segera berakhir pada awal tahun 2018, saat jaringan dibekali dengan SegWit dan Lightning Network. Kedua fitur itu memang belum sempurna, tapi berkat teknologi pemisahan saksi (tanda tangan) dan LN, biaya transaksi bisa ditekan kembali pada angka normal. 

Meskipun Bitcoin telah menghadapi banyak tantangan, pada akhirnya Bitcoin selalu dapat mematahkan kontroversi yang muncul. Sebagai mata uang terdesentralisasi yang berjuang melawan rintangan, Bitcoin telah memantapkan dirinya karena mekanisme yang kuat dan aman. Namun demikian, tidak boleh dilupakan juga bila para pengguna uang kripto harus selalu waspada atas scam yang memanfaatkan nama Bitcoin.

10 Wanita yang Sukses di Cryptocurrency

10 Wanita yang Sukses di Cryptocurrency
Ketika mengunjungi situs cryptocurrency, wanita adalah kaum minoritas yang sangat besar. Meskipun tidak menilai dan menyalahkan siapa pun untuk ini atau menunjuk jari pada siapa pun, data statistik tidak bisa berbohong.
Berdasarkan analisis pada tahun 2017, jumlah pengunjung pada situs-situs cryptocurrency 91,58% didominasi kaum laki-laki, sementara untuk kaum wanita hanya 8,42%.

Juga, ketika melihat pembicara pada Konferensi Bitcoin Amerika Utara baru-baru ini, dari 88 pembicara, hanya 3 yang perempuan. Itu kurang dari 4%.

Meskipun salah satu dasar cryptocurrency yang mendorong penggunaan adalah anonimitas, masih banyak bidang dan manfaat yang bisa didapat dari audiens yang beragam. Sains membuktikan bahwa otak pria dan wanita beroperasi secara berbeda.

Menawarkan perspektif yang berbeda tentang isu-isu, terutama yang ada di bidang cryptocurrency, adalah apa yang membuat industri ini terus berkembang dan bergerak maju untuk menguntungkan semua orang. Penting untuk mendorong wanita untuk menjadi aktif dalam bidang cryptocurrency.

10 wanita sukses di bidang cryptocurrency.

1.    Preethi Kasireedy

Preethi adalah seorang Insinyur Blockchain dan alumni CoinBase, Goldman Sachs, dan Andreessen Horowitz. Dia baru-baru ini memutuskan untuk melepaskan diri dari Silicon Valley dan pindah ke LA untuk mengeksplorasi usaha sendiri.

Dia mengisahkan pengalamannya bersama 50.000 pengikutnya melalui akun Medium-nya, @preethikasireddy, serta melalui 40.000 pengikutnya di Twitter.

Preethi berbagi pengetahuannya tentang pengembangan Blockchain, dan juga, menunjukkan kepada para pendengarnya bahwa ada lebih banyak crypto daripada hanya sisi investasi. Dia adalah seorang pemimpin tidak hanya untuk wanita di crypto tetapi juga untuk wanita di bidang teknologi.
2.    Linda Xie

Linda Xie adalah salah satu pendiri Scalar Capital, sebuah perusahaan manajemen investasi, dan juga mantan Manajer Proyek di CoinBase.

Linda berbagi pengetahuan investasi cryptocurrency dengan 14.000 pengikut di Medium (@linda.xie), dan 31.000 pengikutnya di Twitter. 

Dia memberikan wawasan tentang investasi dalam koin besar dan altcoin. Dia unggul dalam menguraikan spesifikasinya dengan altcoin dan membuatnya mudah dicerna bagi mereka yang baru mengenal tentang cryptocurrency.
3.    Tiffany Hayden

Tiffany Hayden menggambarkan dirinya di bio Twitter-nya sebagai “feminin dan kuat”. Dia saat ini menjabat sebagai Community Manager di Edge Secure, pada dompet Blockchain multi-aset. 

Tiffany menemukan Bitcoin pada tahun 2012 dan melihat banyak manfaat sosialnya. Dia adalah anggota dari beberapa kelompok pendidikan Bitcoin dan aktif di komunitas Fintech. Dia secara konsisten menduduki sebagai salah satu dari 100 Blockchain Influencer.


Dia berbagi pengetahuannya tentang Ripple, Bitcoin Cash, dan Bitcoindengan 59.000 pengikut Twitter-nya.
4.    Tricia Martinez

Kembali pada bulan Oktober 2017, kami menampilkan Tricia Martinez dalam sebuah wawancara. Tricia adalah CEO dan Pendiri Wala dan Token Dala.

Wala adalah platform finansial mobile yang berfungsi untuk menyediakan jalan bagi orang-orang untuk mencapai kemakmuran keuangan tanpa menggunakan bank. 

Sebagai seorang ahli ekonomi, Tricia telah banyak menghabiskan karirnya untuk membantu mereka yang tidak terlayani di pasar keuangan di seluruh dunia. Di situlah inspirasinya untuk Wala dan Dala Utility Token berasal. Tricia membagikan pengalamannya dengan Wala dan Dala Token kepada pengikutnya di akun Twitter.
5.    Laura Shin

Laura Shin adalah Editor Senior Forbes yang berfokus pada Bitcoin, Ethereum, crypto, ICO, dan Blockchain. Dia juga adalah pengelola dari Unchained Podcast. Dalam podcastnya, ia berbincang dengan para pemimpin di berbagai bidang tentang dampak teknologi blockchain pada bidang spesifik mereka. Ini termasuk perawatan kesehatan, layanan keuangan, pemerintah, dan banyak bidang lainnya.

Laura berbagi hampir segala hal yang berkaitan dengan cryptocurrency dari investasi hingga teknologi dengan 76.000 pengikut Twitter-nya.
6.    Arianna Simpson

Arianna Simpson adalah investor tahap awal dengan 40 investasi hingga saat ini. Dalam bio Twitter-nya, dia menyatakan bahwa dia “menjadi investor dalam crypto sebelum menjadi terkenal”. Dia berbagi pengetahuan crypto melalui situs webnya, AriannaSimpson.com

Arianna telah dinobatkan sebagai salah satu dari “40 Wanita Top dari Bitcoin”, serta, yang ditampilkan di New York Times, CoinDesk, Popular Science, dan Women 2.0.


Dengan 23.000 pengikut Twitter, Arianna tentu saja merupakan salah satu panutan untuk kita pertimbangkan saran dan strategi dalam investasi crypto.
7.    Kathryn Haun

Sebagai Dosen Manajemen di Universitas Stanford, Kathryn “Katie” Haun, berfokus pada persimpangan regulasi dan teknologi khususnya dalam hal cryptocurrency. 

Dia berharap untuk mendidik siswa tentang pentingnya masalah yang akan mereka hadapi dalam mendirikan, scaling, dan perusahaan yang beroperasi di bidang yang baru muncul. Selain perannya di Stanford, Katie juga menduduki jabatan sebagai Dewan Direksi di CoinBase di mana ia sebagai Ketua Komite Audit dan Risiko.


Katie berbagi wawasan tenatang pengaturan kripto kepada lebih dari 5.000 pengikutnya di Twitter.
8.    Lily Katz

Lily Katz adalah reporter untuk Bloomberg yang mencakup cryptocurrency, fintech, dan real estate. Segala sesuatu mengenai berita yang terkait tentang kripto untuk kelompok besar media, Bloomberg.

Selain melaporkan untuk Bloomberg, Lily juga telah ditampilkan dalam beberapa wawancara di mana dia berbagi pengetahuan crypto-nya.


Dengan lebih dari 3.000 pengikut Twitter, mereka yang menginginkan berita terbaru tentang cryptocurrency bisa mengikuti Lily.
9.    Meltem Demirors

Meltem Demirors menjabat sebagai Direktur Digital Currency Group. Dalam posisinya di Digital Currency Group, Meltem bekerja sebagai “jaringan penghubung” antara investor perusahaan, mitra perusahaan, anak perusahaan, dan perusahaan portofolio. 

Meltem bertugas sebagai pendidik di MIT dan merupakan Anggota Dewan Masa Depan Global di Blockchain di World Economic Forum. 


Dia juga memiliki gelar MBA dari MIT Sloan School of Management dan berbagi wawasannya tentang ICO dan investasi crypto dengan 44.000 pengikut Twitternya.

10.  Amber Baldet

Amber Baldet bekerja di Lead Blockchain pada JPMorgan dan telah dinobatkan sebagai yang Wanita Paling Berpengaruh di Blockchain pada tahun 2017 oleh CoinDesk. Selain itu, ia menempati peringkat # 31 di Fortune’s 40 Under 40 untuk 2017.

Amber membagikan pencapaiannya di bidang blockchain dan bidang kripto, serta, berbagi beberapa karyanya di situs webnya, AmberBaldet.com.

Dengan lebih dari 26.000 pengikut di Twitter, Amber berbagi banyak wawasan tentang blockchain dan kehidupan secara umum dengan para pengikutnya.

10 Milyarder Cryptocurrency

10 Milyarder Cryptocurrency
Cryptocurrency, juga dikenal sebagai mata uang digital / mata uang virtual, pasarnya sebagian besar dianggap sama dengan bursa saham tradisional, tetapi relatif baru seperti yang terjadi pada tahun 2009 dan masih diyakini secara luas pada tahap awal, karena lebih banyak fitur yang diharapkan di masa depan.

Cryptocurrency dan pasarnya sejak awal telah menghadapi banyak pertentangan dan bahkan sampai sekarang memiliki banyak yang pesimis di masa depan, karena perbedaannya dari mata uang fiat. Tingkat optimisme, serta fitur-fitur barunya membuatnya tidak dapat diprediksi.Ketidakpastian dan pesimis telah membuat banyak investor tidak berinvestasi di dalamnya.

Cryptocurrency telah menghasilkan banyak jutawan tak terduga, berikut 10 jutawan teratas dari mata uang digital.

1.   Chris Larsen

Larsen adalah Pendiri dan CEO Ripple. Dia menempati urutan teratas dengan kekayaan bersih lebih dari $ 7,5 – $ 8 miliar. Dia menciptakan Ripple pada tahun 2012, dan telah menjadi protokol yang dperhitungkan, untuk banyak lembaga keuangan besar.

Ripple meningkatkan fungsi keseluruhan melalui sistem Real Time Gross Settlement. Dia adalah salah satu pendiri firma keuangan terkemuka seperti E-Loan dan Palo Alto, selain sebagai pemangku kepentingan penting di Ripple.
2.   Joseph Lubin

Lubin adalah pengusaha Kanada dan juga co-founder jaringan Ethereum. Dia berada pada peringkat kedua dalam daftar dengan kekayaan lebih dari $ 1 – $ 5 miliar dari nilai cryptos.

Selain sebagai co-founder dari jaringan Ethereum, ia juga mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak besar dengan karyawan berjumlah 600 orang yang dikenal sebagai ConsenSys.
Investasinya di Ethereum dan Consensys telah memberinya nilai.
3.   Changpeng Zhao

Zhao adalah CEO dari Exchanger mata uang cryptocurrency paling terkenal dan terbesar di dunia, Binance – sebuah perusahaan yang berbasis di Malta. Dia memindahkan operasi Exchanger ke Malta karena larangan China untuk cryptocurrency.

Dia berada pada urutan ketiga dalam daftar dengan kekayaan bersih crypto $ 1,1 miliar – $ 2 miliar. Pertukarannya dilaporkan telah digunakan sekitar 6 juta pengguna dari seluruh dunia dalam setahun.
4.   Tyler Winklevoss dan Cameron Winklevoss

Tyler Winklevoss dan Cameron Winklevoss adalah saudara kembar dengan cryptocurrency senilai $ 900 juta hingga $ 1,1 miliar masing-masing.

Mereka baru-baru ini terkenal dengan persetujuan ETF Bitcoin yang ditolak oleh SEC dan juga perseteruan dalam kontroversi dengan Facebook.
Sebagian besar orang percaya bahwa investasi mereka di Bitcoin adalah dari proses gugatan dengan Facebook. Ada kecenderungan untuk naik lebih banyak jika mereka akhirnya menjadi sukses dengan persetujuan ETF Bitcoin.
5.   Matthew Mellon

Mellon diperkirakan memiliki $ 900 juta hingga $ 1 miliar dalam cryptocurrency. Dia meninggal pada bulan April tahun ini pada usia 54 tahun di Meksiko.

Konsumsi obat halusinogen dilaporkan menjadi penyebab kematiannya. Dia menjadi jutawan kripto tanpa bergaul dengan lembaga atau firma kripto manapun.

6.   Brian Armstrong

Armstrong adalah Pendiri dan CEO dari cryptocurrency Exchange yang sangat populer, Coinbase, yang didirikan pada tahun 2012. Dia memiliki kekayaan bersih sekitar $ 900 juta – $ 1 miliar dalam aset crypto.

Dia adalah seorang pengusaha dan juga seorang aktor. Coinbase Exchanger yang berbasis di San Francisco saat ini menyediakan layanan untuk sekitar 32 negara yang di seluruh dunia.
7.   Matthew Roszak

Matthew adalah pendiri Bloq and Tally. Dia duduk di posisi ketujuh dengan nilai $ 900 juta hingga $ 1 miliar cryptos. Mathew adalah investor awal dalam cryptocurrency, yang telah melihat kenaikannya dalam memperbanyak kekayaan.





8.   Anthony Di Lorio

Anthony adalah salah satu pendiri Ethereum dan juga orang yang berpengaruh dalam komunitas crypto. Dia adalah 8 jutawan kripto, dengan nilai $ 750 juta – $ 1 miliar cryptos. Anthony adalah seorang penginjil dan juga pendiri perusahaan seperti Jaxx dan Decentral.





9.   Brock Pierce

Brock adalah anggota penting dari proyek EOS, yang meningkatkan jumlah dana maksimum pada tahun 2017 selama ICO. Dia adalah yang kesembilan dalam daftar dengan nilai crypto $ 700 juta – $ 1 milyar. Dia adalah Chief Strategy Officer EOS pada Maret 2018 ketika dia kemudian mengundurkan diri.



10.   Michael Novogratz

Novogratz adalah CEO Galaxy Digital dan juga manajer hedge fund. Dia adalah yang menduduki peringkat kesepuluh dalam daftar dengan perkiraan kekayaan senilai $ 700 million – $ 1 miliar cryptos.

Dia melihat dirinya sebagai ‘The Forrest Gump of Bitcoin.’



Ketidakpastian cryptocurrency telah membuat nasib orang-orang ini menjadi yang terkaya. Dengan harga crypto yang semakin melonjak di bulan Desember 2017 lalu, berhasil membuat mereka lebih kaya lagi pada saat itu.

Jika keadaan yang tidak bisa diprediksikan mengalami peningkatan keberuntungan, pasti gelembung kekayaan mereka akan meningkat dengan peningkatan nilai cryptocurrency. Namun, dengan prediksi masa depan, risikonya layak diambil, terutama karena teknologi yang mendasari, blockchain mengubah masyarakat.

Gratis Power 30 Gh/s Dari World-Mining Bitcoin

Dapatkan Power 30 Gh/s Gratis Dari World-Mining Bitcoin

Sebelumnya saya sudah memposting tentang situs world-mining, namun yang menarik dari world-mining ada bonus Power GHs yang bisa anda aktifkan dan bisa ditarik semua profit dari hasil gratisan tersebut. Jika anda tertarik untuk mendapatkan bonus Ghs dari world-mining silakan disimak postingan ini.

Sejauh ini world-mining masih aktif membayar member, maka tidak salah untuk anda memanfaatkan bonus yang sudah mereka sediakan.

Ikuti langkah-langkah dibawah untuk Mendapatkan 30 Gh/s Gratis Dari Situs World-Mining

Persiapan akun
  • Silakan anda REGISTER / DAFTAR akun DISINI
  • Isikan data anda pada form yang sudah tersedia
Cara Aktifkan 30 Gh/s
  • Login ke akun anda
  • Scrool kebawah dan temukan dan klik menu Bounty, kemudian cari  ( Bonus 30 Gh/s ) dan klik Activate 30 Gh/s
  • Untuk lebih jelas silakan anda perhatikan pada gambar dibawah ini.


Catatan :


Untuk menerima bonus 30 Gh/s, Anda harus mengizinkan situs World-Mining mengirimi Anda notifikasi.

Cara mengizinkan notifikasi

Untuk menginzinkan notifikasi dari World-Mining sangatlah mudah, setelah anda klik tombol Activate 30 Gh/s maka secara otomatis akan menampilkan pesan seperti yang terlihat pada gambar, dan anda tinggal klik Allow.

Bonus 30 Gh/s Active

Setelah anda mengizinkan notifikasi dari world-mining, maka paket mining otomatis anda sekarang sudah aktif.

Dan di Investment Statistics juga terlihat bonus 30 Gh/s atau setara dengan 4.50 USD sudah aktif.


Jika anda merasa bonus 30Ghs terlalu kecil untuk anda, maka silakan anda beli yang lebih besar dengan mengunjungi menu Buy Hash.


Untuk menarik profit dari hasil mining tersebut, bisa menggunakan salah satu dari payment yang mereka sediakan, seperti yang terlihat pada gambar dibawah :


Demikianlah cara mendapatkan 30 Gh/s gratis dari situs World-Mining Bitcoin.



https://goo.gl/qGhnE1

Alasan Membeli Dogecoin

Alasan Membeli Dogecoin, Sudah Berada di Posisi Yang Tepat

Kenapa berinvestasi untuk membeli dogecoin hari ini ? Sama seperti Bitcoin, Dogecoin juga terdesentralisasi dan tanpa izin, ini merupakan ciri khas nilai esensi sejati dari teknologi blockchain. 

Koin lelucon yang pernah diremehkan dan sering dipandang sebelah mata itu, ternyata mampu menahan benturan pasar dan harganya terus tumbuh dengan mantap terlepas dari fakta bahwa tim di belakang proyek itu tampaknya telah meninggalkannya.

·       Komonitas Dogecoin (DOGE) Sangat Kuat

Jika Anda telah aktif mengikuti drama di dalam dunia crypto, Anda akan menyadari bahwa lonjakan atau penurunan harga DOGE tidak didorong oleh hype media; karakteristik sejati dari Doge adalah koin digital yang stabil. Kelangsungan hidup koin saat ini dipegang oleh semangat komunitas untuk membuatnya tetap bertahan. Anda tidak dapat membandingkan koin dengan TRON dengan banyak hyped.
Dogecoin (DOGE) memiliki target yang ditentukan seperti pecandu media social. Mereka telah mampu meningkatkan kegunaan DOGE dengan memungkinkan pengguna memberi tip kreativitas dalam industri hiburan melalui penyediaan konten informatif. Ini mengalahkan Facebook dan platform media sosial lainnya yang tidak memberi imbalan kepada penggunanya.

Awalnya, ini adalah platform meme (lelucon) yang telah didorong oleh pengguna untuk menjadi crypto penyedia solusi didunia nyata. DOGE dapat ditambang dan pasokan sirkulasinya termasuk yang terendah di pasar. Seiring waktu, persediaan akan berkurang dan koin akan semakin langka, sama seperti Bitcoin.

·        Harga Dogecoin Sangat Stabil

Harga Dogecoin memiliki efek menarik pada adopsi baru. Investor crypto baru yang sedang mencari koin berharga dengan harga rendah dan tidak membuat mereka khawatir dengan volatilitas dan mereka pasti akan memilih DOGE. Mereka berfokus pada permintaan dan penawaran dalam jangka panjang. Ini telah membuat merek DOGE diperhatikan sebagai aset yang dapat diperdagangkan oleh Situs Investasi Robinhood.

Menurut data dari CoinMarketCap, DOGE menempati peringkat kelima dalam hal sirkulasi pasar. Banyak pengguna yang memata-matai DOGE sejak didaftarkan pada Robinhood karena bebas komisi dan kecelakaan pasar tidak akan mempengaruhi harga secara negatif.

·        Kinerja Harga Dogecoin (DOGE) Dipasar

Dogecoin (DOGE) memiliki dukungan dari bursa besar, tetapi mereka bukanlah penggerak volume besar. Sebagian besar volumenya digerakkan oleh pertukaran yang lebih kecil seperti YoBit dan BtcTrade. Dan ini tampaknya memiliki daya tarik pada trader baru dan komunitas tertentu yang dekat di sekitar platform.

Pada waktu penulisan ini (01 September 2018), DOGE diperdagangkan di harga Rp. 71,00 dengan kenaikan 40% terhadap Rupiah dan 38,8 % terhadap Bitcoin. Ini mungkin tampak marjinal tetapi dengan pasar masih berjuang untuk mendapatkan stabilitas, ini adalah indikator yang baik dari potensi tersembunyi di balik koin dan investor DOGE memiliki alasan untuk tersenyum kembali.

Dalam sebuah laporan yang belum dikonfirmasi bahwa rencana untuk menghidupkan kembali raksasa tidur ini sudah diketahui banyak orang; lebih banyak pedagang menempatkan koin pada daftar pilihan mereka dan ini bisa menjadi koin terbaik untuk anda investasikan untuk aset anda ditahun 2019.

http://freedoge.co.in/?r=862986

Rahasia Dogecoin (DOGE)

Rahasia Dogecoin (DOGE) Akan Mencetak Lebih Banyak Orang Kaya Baru


Untuk sebagian besar orang, hal pertama yang terlintas dalam pikiran ketika menyebutkan Dogecoin (DOGE) adalah koin lelucon. Jika anda mengatakan kepada seseorang bahwa Dogecoin dapat mencapai harga satu dolar, dan kemungkinan besar mereka akan memberi Anda pandangan lucu, seperti Anda tidak serius, atau hanya tidak tahu apa yang Anda bicarakan.

Alasan mengapa orang berpikir Dogecoin sebagai lelucon, karena memang sengaja coin ini diciptakan untuk lelucon. Ini dibangun khusus untuk bersenang-senang. Tetapi jika Anda menggali lebih dalam koin ini, maka Anda dengan cepat menyadari bahwa itu adalah koin yang serius yang pada satu titik akan membuat banyak orang kaya di masa depan.

Sebenarnya dogecoin sudah banyak membuat jutawan pada tahun 2017, dan prestasi yang sama akan berulang, kali ini pada tingkat yang lebih tinggi.

Untuk memahami mengapa, Anda perlu bertanya pada diri sendiri satu pertanyaan sederhana, apakah kebanyakan cryptos melakukan apa yang mereka lakukan ? Ada banyak cryptos di luar sana semua memancing untuk diadopsi sebagai pembayaran, tetapi memiliki kemacetan besar yang mencegah mereka mencapai fungsi ini.
Itulah mengapa perusahaan pihak ketiga (terpusat) muncul, dengan tujuan menjembatani kesenjangan antara cryptos dan dunia bisnis. Tetapi ini tidak berguna untuk bisnis, juga tidak menambahkan nilai apa pun ke cryptocurrency.

Dogecoin adalah salah satu dari beberapa cryptos yang sebenarnya dapat digunakan sebagai mata uang sehari-hari. Anda dapat membeli kopi, atau apa pun yang Anda inginkan dengan Dogecoin, dan transaksi tidak akan merepotkan baik penjual maupun pembeli.
Penjual akan menerima uang mereka secara instan, sementara pembeli tidak perlu membayar banyak dalam hal biaya transaksi. Jika itu bukan pesaing sejati untuk fiat, lalu apa itu ? Hanya masalah waktu sebelum pedagang di seluruh dunia menyadari bahwa Dogecoin (DOGE) adalah koin praktis untuk bisnis mereka, dan mengadopsinya.

Dan seperti biasa, ini akan mengejutkan orang-orang, bahkan ketika menambah nilai bagi investor yang dapat melihat melampaui aspek lelucon Dogecoin.
Baru-baru ini, Dogecoin (DOGE) ditambahkan ke Robinhood dan Coinbasemulai menawarkan layanan kustodian untuk Dogecoin. Kenapa mereka harus melirik Dogecoin dan bukan koin X atau koin lain apa pun yang mereka anggap superior.

Mungkin pertukaran ini dapat melihat apa yang kebanyakan orang tidak tahu, fakta bahwa Dogecoin (DOGE) bisa menjadi masa depan pembayaran. Sangat sedikit koin yang mengalahkannya dalam fungsi ini.
Dan yang terbaik dari semuanya, Dogecoin sedang melakukan perdagangan hanya dengan beberapa sen saat ini. Ini berarti orang-orang yang memiliki uang sedikit dapat membeli dogecoin dalam jumlah besar.

Seseorang dapat mengakumulasi satu juta Doge hanya dengan beberapa ribu dolar, dan jika itu pernah menyentuh satu dolar, Anda akan mendapat uang.
Tetapi apakah akan pernah sampai pada titik itu mengingat coin ini bersifat inflasi ? Nah, tingkat inflasi 5% Dogecoin akan dapat diabaikan dalam skema besar, jika orang terus menggunakannya untuk pembayaran sehari-hari.

http://freedoge.co.in/?r=862986